Kanker Servik

Kanker serviks atau kanker leher rahim diberitakan sebagai penyebab kematian pada wanita no 1 di INDONESIA. Setidaknya setiap 2 menit ada 1 orang di dunia yang meninggal karena kanker serviks.

Penyebab :

* Infeksi Virus Human Papilloma (HPV)

Penyebab terbesar kanker leher rahim atau disebut kanker servik adalah infeksi HPV yang menular lewat hubungan seksual. Seorang wanita bisa terinfeksi virus ini pada usia belasan tahun dan baru diketahui mengidap kanker 20 atau 30 tahun kemudian setelah infeksi kanker menyebar.

* Hubungan Seksual Sebelum Berusia 20 Tahun

Pada umr 12-20 tahun, organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang. Idealnya, ketika sel sedang membelah secara aktif, tidak terjadi kontak atau rangsangan apa pun dari luar. Kontak atau rangsangan dari luar, seperti penis atau sperma, dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal. Sel yang tidak normal ini kemungkinan besar bertambah banyak kalau ada luka saat terjadi hubungan seksual. Sel abnormal inilah yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker mulut rahim.

* Nikotin

Sel-sel mulut rahim yang teracuni oleh nikotin dalam darah juga memiliki kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim yang dapat memicu abnormalitas sel pada mulut rahim. Resiko kanker mulut rahim lebih tinggi pada wanita perokok.

* Terlalu Sering Menggunakan Pembersih Vagina

Tidak semua bakteri merugikan. Ada juga bakteri dalam vagina yang berfungsi membunuh bakteri yang merugikan tubuh. Jika terlalu sering menggunakan sabun pembersih vagina, bakteri baik pun akan mati. Selain itu sabun vagina juga dapat menyebabkan iritasi. Kulit pada mulut rahim sangat tipis sehingga iritasi yang timbul dapat memicu abnormalitas sel. Kondisi ini rentan memicu kanker mulut rahim.

Posted in ciri ciri kanker serviks, gejala kanker serviks, kanker servik, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks, penyebab kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pap Smear Untuk Kanker Serviks

Pap test dikenal juga sebagai pap smear. Pap smear untuk kanker serviks merupakan tes skrining yang digunakan untuk mencari sel-sel prakanker di leher rahim wanita. Dokter atau perawat mengambil sampel sel dari leher rahim  serviks Anda, lalu sel tersebut ditaruh ke slide kaca danslide tersebut dibawa ke laboratorium untuk dikaji dengan mikroskopis.

Wanita usia 21-69 tahun atau wanita yang pernah mengalami kontak seksual perlu melakukan pap smear untuk kanker serviks. Wanita yang menyentuh intim, oral seks, vagina, anus, harus mendapatkan penanganan penyakit kanker serviks dengan pap test secara teratur. Anda harus mulai dengan satu kali pap test dalam tiga tahun, maka pap test dilakukan setiap dua tahun sekali sampai usia ke 69.

pap smear

Sel-sel di leher rahim pada penyakit kanker serviks secara bertahap dapat berubah dari waktu ke waktu tanpa menimbulkan rasa sakit atau gejala yang terlihat. Tanpa gejala, bagaikan perubahan kecil dalam sel bisa menyebabkan kanker. Dengan melakukan pap test atau pap smear untuk kanker serviks yang dilakukan setiap dua tahun, perubahan sel serviks Anda dapat dideteksi lebih awal, memaksimalkan pengobatan Anda.

Anda harus melakukan pap test bahkan jika Anda sudah melakukan vaksin HPV, Anda perna melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda meskipun jarang, Anda sudah mengalami menopause, Anda tidak lagi berhubungan seksual, Anda berada dalam hubungan sesama jenis.

Hasi tes yang tidak normal tidak selalu berarti bahwa Anda memiliki kanker. Mereka sering juga disebabkan oleh peradangan atau infeksi pada leher rahim atau vagina. Jika hasilnya abormal, dokter atau perawat akan menjelaskan hasil kepada Anda dan menginformasikan Anda mengenai pengobatan yang terbaik.

Posted in gejala kanker serviks, pencegahan kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks)

Salah satu penyakit yang bisa menjadi momok menakutkan bagi mereka adalah penyakit kanker serviks. Penyakit kanker serviks ini adalah kanker yang menyerang leher rahim pada wanita. Kanker serviks adalah tumor ganasprimer yang biasnaya berasal dari metplasia epitel didaerah skuamokolumner junction yakni daerah peralihan dari mukosa vagina dan juga mukosa kanalis servikalis. Penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya merupakan penyakit kanker yang terjadipada serviks atau leher rahim, suatu daerah yang berada pada organ reproduksi wanita yang merupakan suatu pintu untuk masuk menuju rahim, letak dari leher rahim ini adalah antara uterus dan juga liang senggama atau juga vagina.

Penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya menyerang wanita pada usia 35-55 tahun. Dan sebanyak 90% dari penyakit kanker serviks ini biasanya berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan juga 10%. Kemudian sisanya ini berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servika; yang kemudian menuju ke rahim.

Penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya terjadi karena kelainan pada sel-sel serviks yang tidak diketahui dengan pasti, namun ada beberapa faktor yang menjadi resiko terjadinya masalah penyakit serviks ini yakni HPV adalah virus yang menyebabkan kutil enetalis yang biasanya menular pada saat hubunngan seksual. Penyebab lain dari penyakit kanker leher rahim (serviks) adalah merokok. Hubungan seksual yang dilakukan pertama kali pada usia dini juga bisa menjadi penyebab dari masalah penyakit kanker leher rahim ini terjadi.

Dari beberapa penyebab penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya akan menimbulkan suatu keluhan atau suatu gejala yang kemudian sel-sel ini selanutnya mengalami suatu mutasi dan kemudian berkembang menjadi sel dysplasia. Namun, jika sel karsinoma atau kanker ini sudah mendesak pada jaringan syaraf yang akan menimbulkan suatu masalah keperawatan nyerinya. Pada stadium tertentu sel dari karsinoma ini bisa mengganggu kerja system dari urinaria yang bisa menyebabkan hidroureter atau juga hidronefrosis yang bisa menimbulkan suatu masalah keperawatan resiko dari penyebaran infeksi.

Posted in ciri ciri kanker serviks, gejala kanker serviks, penyakit kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Servik (Leher Rahim)

Kanker serviks (leher rahim) biasanya merupakan kanker epidermoid yang muncul dari daerah NS. Sekitar 5 persen muncul dari sel endoserviks torak. Kanker serviks ditentukan stadiumnya sebagai berikut :

  1. Stadium 0 – karsinoma in situ
  2. Stadium 1 – karsionam terbatas seluruhnya pada serviks (I-A, invas stroma dini: I-B, semua lesi Stadium ! lainnya).
  3. Stadium II – karsinoma yang melibatkan dua pertiga atas vagina atau daerah parametrium, tetapi tidak meluas ke dinding samping pelvia (II-A hanya melibatkan vagina, Ii-B, inflatrasi parametria)
  4. Stadium II – karsinoma yang melibatkan sepertiga bawah vagina dan parametrium , tetapi melibatkan tidak dinding samping III-B, perluasan ke dinding samping II-uri-narius, obstruksi satu atau kedua ureter tanpa memandang penyakit lain.
  5. Stadium IV – karsinoma diluar traktus reproduksi (IV-A, melibatkan mukosa verika urinaria atau usus, IV-B, diluar pelvis).

Sistem penentuan stadium ini berhubungan baik dengan kemungkinan metastatis kelenjar limfe dengan  Stadium 1, 17 persen, Stadium II, 32 persen, Stadium III, 47 persen dan Stadium IV, 81 persen. Tak tergantung pada stadium, kecepatan metastatis kelenjar limfe meningkat dengan peningkatan ukuran lesi kanker serviks (leher rahim) , lesi primer jarang berukuran kurang dari 1 cm, 17 persen untuk lesi 1-sampai 3 cm serta 52 persen lebih dari 3 cm. Tempat lazim unutk metastatis jauh adalah dihati paru dan tulang.

Terapi kanker serviks (leher rahim) invasive adalah dengan tindakann bedah radikal atau radiasi. Kemoterapi (seperti pada kebanyakan kanker epidermoid) kecil manfaatnya selain paliatif. Tetapi harus disesuaikan untuk setiap pasien, sebagian besar ahli onkologi ginekologi saat ini menyokong radioterapi. Radioterapi memberikan angka kesembuhan 5 tahun yang sedikit lebiih dibandingkan dengan pendekatan histerektomi yang diperluas, Dengan tingginya tingkat keahlian yang tersedia untuk terapi radiasi, maka komplikasi penyakit radiasi, proktitis dan sistitis radiasi atau nekrosis vagina dan serviks, jarang ditemukan. Pendekatan bedah terbatas pada lesi stadium I dan IIA dan melibatkan histerektomi diperluas, dengan pembuangan uterus, sepertiga atas vagina, keseluruhan ligamentum sakrouterina dan uterovesiklais, keseluruhan parametrium dan limfadenektomi pelvis (rantai ureter, obturatoria, hipogastrika, dan iliaka). Pendekatan bedah memerlukan operator yang terampil, keadaan medis memuaskan dari pasien dan penerimaan morbiditas serius seperti fistula ureterovaginalis dalam 1 sampai 5 persen pasien. Untuk stadium kanker serviks lebih lanjut, radioterpai merupakan satu-satunya pilihan terapi kanker serviks yang layak.

 

Posted in kanker servik, kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Serviks

Penyakit kanker serviks, kanker uterus primer, sudah kurang umum dari masa sebelumnya karena deteksi dini dengan tes Pap smear. Kantor ini masih merupakan kanker reproduktif ketiga yang umum pada wanita, diluar kanker payudara. Kanker serviks terjadi paling umum pada usia antara 30 dan 45 tahun, tetapi dapat terjadi pada usia semuda 18 tahun. Aktivitas seksual mempunyai hubungan dengan insiden, sebelum usia 25 tahun, lebih pravalen pada mereka yang mempunyai pasangan seksual multipel dan beberapa kehamilan dini. Penelitian menunjukkan bahwa kanker tipe ini adalah PHS. Kanker servikal invasive telah teridentifikasi senabagi kondisi penemuan HIV. Faktor-faktor resiko selain dari hubungan seksuakl dini, melahirkan anak suai dini dan pasangan yang banyak, termasuk pemajanan terhadap HPV, infeksi HIV, merokok dan pemajanan dietiklstilbestrol (DES) in utero. Infeksi servikal kronik tampaknya memainkan pernan yang signifikan dalam kanker servikal.

Anda mungkin tidak memiliki gejala pada awalnya ketika tumor kecil. Seperti tumor menjadi lebih besar, dalam kebanyakan kasus, gejala pertama yang dikembangkan adalah pendarahan vagina abnormal atau gejala penyakit kanker serviks seperti:

  • Pendarahan di antara periode normal (perdarahan intermenstrual).
  • Perdarahan setelah berhubungan seks (perdarahan postcoital).
  • Setiap perdarahan vagina pada wanita masa menopause.
  • Gejala awal dalam beberapa kasus adalah keputihan yang berbau tidak menyenangkan, atau rasa tidak nyaman atau sakit saat berhubungan seks.

Semua gejala di atas dapat disebabkan oleh berbagai kondisi umum lainnya. Tetapi jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Penyakit kanker serviks secara dini tidak menimbulkan tanda-tanda nyata atau gejala. Perempuan harus memiliki tahunan check-up, termasuk Pap smear untuk memeriksa sel-sel abnormal pada leher rahim. Prognosis (kesempatan pemulihan) adalah lebih baik bila kanker ditemukan lebih awal.

Tanda-tanda kemungkinan kanker serviks termasuk perdarahan vagina dan nyeri panggul.

Penatalaksanaan penyakit kanker serviks adalah :

  1. Pengangkatan non-pembedahan konservatif terhadap lesi precursor terapi beku (pembekuan dengan oksida nitrat) atau terapi laser juga efektif.
  2. Koniasasi untuk karsinoma in situ
  3. Hiterektomi sederhana jika terjadi kanker serviks preinvasif setelah melahirkan anak.
  4. Radiasi atau histerektomi radikal atau keduanya untuk kanker invasive.

Pemeriksaan panggul rutin dan tes Pap membantu menemukan abnormalcells pada serviks sebelum kanker berkembang. Namun, tes dan prosedur yang dapat digunakan setelah pemeriksaan panggul abnormal atau hasil tes Pap memiliki risiko. Misalnya, pengobatan rendah gradelesions dapat mempengaruhi kemampuan wanita untuk hamil atau membawa bayi untuk jangka waktu penuh. Pada wanita yang lebih muda dari 25 tahun, skrining dengan tes Pap memiliki risiko lebih dari manfaat. Skrining dengan tes Pap tidak membantu wanita yang lebih tua dari 60 tahun yang telah menjalani uji coba terakhir smear negatif.

 

 

Posted in kanker servik | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Kanker Serviks

Kanker servik terjadi paling umum pada usia antara 30 dan 45 tahun, tetapi dapat terjadi pada usia semuda 18 tahun. Aktivitas seksual mempunyai hubungan dengan insiden : sebelum usia 25 tahun, lebih prevalen pada mereka yang mempunyai padangan seksual multipel dan beberapa kehamilan dini. Penelitian menunjukkan bahwa kanker tipe ini adalah PHS. Kanker servikal invasif  telah terindentifikasi sebagai kondisi penentuan HIV.

1_Kanker_Serviks

Sebagian besar kanker serviks dimulai pada lapisan sel-sel seviks. Sel-sel in tidak tiba-tiba berubah menjadi kanker. Sel-sel normal serviks karena pengaruh zat karsinogen (zat yang dapat menyebabkan kanker) dapat berkembang secara bertahap menjadi sel pra kanker dan kemudian berubah menjadi sel kanker.

Dokter menggunakan beberapa istilah untuk menggambarkan perubahan pra kanker, yaitu cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau squamous intraepithelial lesion (SIL) dan displasia atau Neoplasia Intraepitel Serviks (NIS). Perubahan-perubahan ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala tetapi dapat dideteksi dengan tes Pap smear.

Kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan kanker mulut rahim/leher rahim ini memang menjadi pembunuh nomor 1 (satu) bagi perempuan di Indonesia dan seluruh dunia. Kanker serviks bukan permasalahan yang sepele dan dengan mudahnya diatasi.

Masalah yang timbul pada pasien kanker serviks dan upaya penanganannya.

Berikut ini adalah contoh masalah yang timbul pada penderita kanker serviks, serta bagaimanan upaya penanganannya.

Masalah

Upaya perawatan

Keluhan fisik seperti nyeri, sesak napas, gangguan pencernaan, infeksi saluran kemih, luka dekubitus, luka berbau, gangguan pada kulit dll. Penggunaan modalitas seperti operasi, radiasi dan kemoterapi. Untuk mengatasi nyeri digunakan obat anti nyeri. Keluarga juga dapat mengurangi keluhan yang ada misalnya relaksasi, pengaturan posisi dan penyesuaian lingkungan.
Masalah perawatan pasien - Perawatan pasien yang dapt dilakukan keluarga meliputi memandikan, merawat mulut, kulit, membantu buang air kecil/besar, dan melakukan pembalutan pada bagian tubuh yang membengkak.- Pada keadaan tertentu mungkin diperlukan pemakaian alat kedokteran misalnya oksigen penguap, kateter, selang hidung dsb.
Gangguan psikologis Lakukan komunikasi yang baik dengan pasien. Cipatakan suasana yang terbuka antara anggota keluarga dan melibatkan pasien pada setiap pengambilan keputusan.
Hendaya sosial yang meliputi berkurangnya rasa percaya diri, perubahan terhadap body image, perubahan peran dalam keluarga, pekerjaan dan masyarakat. Keluarga harus memahami keadaan pasien, menyamakan persepsi, dan membantu pasien agar tetap dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Masalah spiritual Keluarga dapat meminta tolong kepada rohaniawan

Bila kesembuhan tidak dapat lagi diusahakan, tugas kita adalah memberikan kenyamanan bagi pasien penderita kanker. Perawatan paliatif (penerang) pada pasien kanker serviks sudah saatnya menjadi bagian integral dalam penatalaksanaan penyakit. Selain peran intitusi kesehatan, kerterlibatan keluarga dan masyarakat sangat diperlukan agar layanan kesehatan bagi pasien kanker stadium lanjut dapat menjadi efektif dan efisien.

 

Posted in kanker servik, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks | Tagged , , , | Leave a comment

Kanker Servik Uteri

Kanker servik uteri adalah kanker yang menyerang serviks yaitu bagian peralihan rahim ke liang senggama (vagina) dan jenis kanker yang menempati urutan pertama yang menyerang wanita Indonesia. Pada umumnya, penderita kanker serviks di Indonesia batu berobat setelah stadium lanjut sehingga sukar diatasi karena pad astadium ini ginaekolog hanya dapat meringakan penderitaan. Di negara maju kasus kanker seriks sudah agak menurun. Hal ini karena dilakuakn upaya pencegahan sekunder dan deteksi dini melalui program papsmear yang dilakukan secara periodik dan teratur.

kanker serviks

Papsmear merupakan pemeriksaan secaa mikroskopik dari jaringn serviks uteri yang dapat mendeteksi sel-sel kanker. Kombinasi papsmear dan kolposkopi (penoropongan  vagina) merupakan srana diagnosis dalam mendeteksi kanker serviks secara dini. Kanker servik uteri ditemukan di usia 25-34 tahun, puncaknya pada usai 45-54 tahun.

Secara umum kanker servik uteri diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kanker serviks preinvasif (stadium displasia dan karsinoma in situ) dan kanker serviks invasif. Kanker servik perinvasi dimulai dari perubahan abnormal, miimal dari serviks sampai perubahan sel-sel kanker yang menutupi serviks secara abnormal. Kanker serviks preinvasif kemungkinan besar (75-90%) dapat disembuhkan jika diketahui sedini mungkin dan dilakukan pengobatan yang tepat. Jika tidak diobati akan berubah menjadi kanker serviks yang bersifat invasif yang sulit disembuhkan. Kanker serviks invasif yaitu sel-sel kanker yang telah menembus bagian terdalam dari jaringan servisk dan telah tersebar ke jaringan lain melalui pembuluh getah bening.

Gejala kanker serviks tergantung pada tingkat pertumbuhan (stadium). Pada tahap dini (tingkat prekanker) sering tidak menimbulkan gejala sama sekali, kecuali akibat infeksi, seperti keputihan. Kadang ditemukan adanya pendarahan vagina di luar masa menstruasi, keluhan sakit pendarahan setelah berhubungan intim dan infeksi pada saluran dan kandung kemih. Pada stadium lanjut mengakibatkan rasa sakit pada panggul, pendarahan yang mirip dengan air cucian daging dan berbau amis, nafsu makan hilang, berat badan menurun, anemia karena pendarahan, dan timbul fistula vesikovaginal atau fistula rektovaginal.

Penyebab terbesar dari kanker serviks ini secara pasti diduga sekitar 95% disebabkan oleh sejenis virus human papilomma virus (HPV). Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, gaya hidup yang tidak sehat dan berhubungan seksual di usia muda di luar pernikahan.

 

Posted in ciri ciri kanker serviks, gejala kanker serviks, kanker servik, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks, penyebab kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Servik Pada Wanita

Kanker serviks atau kanker leher rahim atau seirng disebut juga kanker mulut rahim yang merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi pada kaum wanita. Setiap 1 jam, 1 wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks. Saat ini kanker serviks menjadi penyebab kematian pada wanita kedua setelah penyakit jantung koroner. Namun dalam wakti setahun kedepan diperkirakan kanke leher rahim akan menjadi penyebab kematian kanker wanita nomor 1 jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatan pada kanker serviks.

kanker serviksGambaran kanker serviks pada wanita

Apa penyebab dari kanker serviks ?

Kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, hanya 30 diantaranya yang berisiko kanker serviks. Adapun tipe yang paling berisiko adalah HPV 16, 18, 31 dan 45. Sedangkan tipe 33, 35, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68 merupakan tipe berisiko sedang. Tipe yang berisiko rendah adalah tipe 6, 11, 26, 42, 43, 44, 53, 54, 55 dan 56. Sebagian besar tipe yang lain tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Namun selain disebabkan oleh virus HPV, sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau paparan bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Bagaimana penularan dari kanker serviks ?

HPV dapat menyebabkan kanker serviks yang menimbulkan kutil baik pada pria maupun wanita termasuk kutil pada kelamin yang disebut kondiloma akuminatum. Kebanyakan infeksi HPV akan hilang sndiri teratasi oleh sistem kekebalan tubuh. Bila terdapat virus HPV pada tangan seorang dan menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan menginfeksi daerah serviks atau leher rahim. Cara penularan lain adalah pada kloset umum yang sudah terkontaminasi oleh virus ini.

tahap perkembangan kanker serviks

Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Selain itu kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi memudahkan terjadinya kanker serviks.

Bagaimana gejala penderita kanker serviks ?

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang maka infeksi HPV akan mengganas dan menyebabkan kanker serviks, sedangkan pada stadium dini gejalanya tidak terlihat.

Gejala yang bisa diamati walaupun tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV yaitu :

-          Keputihan atau mengelurkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim

-          Cairan kekuningan yang berbau di daerah genital

Oleh karena itu virus ni dapat menular dari seorang penderita pada orang lain dan menginfeksi orang tersebut, sehingga penularan dapat terjadi akibat kontak langsung atau tidak langsung.

Test Papsmear Kanker Serviks

Deteksi kanker serviks

  1. Pap smear

Oleh karena gejala yang timbul pada infeksi HPV tidak telihat dan tidak mudah diamati, cara yang paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologi leher rahim. Pemeriksaan ini lebih populer dengan nama Papanicolau smear atau Pap smear. Pada pemeriksaan Pap smear akan terlihat apakah ada infeksi, radang atau sel abnormal. Dianjurkan secara teratur melakukan Pap smear yang dapat membantu deteksi dini kanker serviks.

  1. Thin prep

Metoda Thin prep lebih akurat dibandingkan Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel di serviks maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks.

  1. Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap HPV pemeriksaan ini dipakai unutk mendeteksi adanya HPV di mucosa leher rahim dan sekitarnya. Bahan pemeriksaan dapat diambil berupa usap genital dan biopsi mulut rahim.

Bagaimana mencegah kanker serviks ?

  1. Miliki pola sehat yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebaln tubuh. Misalnya mengkonsumsi vitamin A, vitamin C, vitamin E dan asam folat.
  2. Hindari merokok
  3. Hindari hubungan seks sebelum menikah atau di suai sangat muda
  4. Hindari hubungan seks selama masa haid
  5. Hindari hubungan seks dengan banyak partner
  6. Rutin menjalani Pap smear/Thin pap secara teratur
  7. Pemberian vaksin HPV yang diberikan secara suntikan, untuk selanjutnya Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Anda.
Posted in gejala kanker serviks, kanker servik, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks, penyebab kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Servik

Kanker serviks dapat dideteksi dengan cara tes pap smear. Pada stadium awal tidak menimbulkan gejala. Gejala baru timbul ketika sel-sel kanker serviks sudah menginvasi jaringan sekitarnya, yaitu berupa:

  • Keputihan hebat, beraroma tidak enak dan tidak sembuh-sembuh.
  • Pendarahan. Akan terjadi bila sel-sel rahim telah berubah sifat menjadi kanker dan menyerang jaringan-jaringan di sekitarnya.
  • Pendarahan hebat diluar suklus menstruasi, dan setelah berhubungan seks.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Nyeri selama berhubungan seks.
  • Rasa nyeri saat berkemih.
  • Nyeri sekitar panggul.
  • Pendarahan pada masa pra atau paska menopause.
  • Bila kanker sudah mencapai stadium tinggi, akan terjadi pembengkakan diberbagai anggota tubuh seperti betis, paha, tangan dsb.

Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan  pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi  seperti kanker serviks dan genital warts.

Vaksin ini sebaiknya diberikan pada wanita muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan  dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik.

Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum wanita.

Posted in ciri ciri kanker serviks, gejala kanker serviks, kanker servik, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks, penyebab kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment