Kanker Servik

Kanker serviks atau kanker leher rahim diberitakan sebagai penyebab kematian pada wanita no 1 di INDONESIA. Setidaknya setiap 2 menit ada 1 orang di dunia yang meninggal karena kanker serviks.

Penyebab :

* Infeksi Virus Human Papilloma (HPV)

Penyebab terbesar kanker leher rahim atau disebut kanker servik adalah infeksi HPV yang menular lewat hubungan seksual. Seorang wanita bisa terinfeksi virus ini pada usia belasan tahun dan baru diketahui mengidap kanker 20 atau 30 tahun kemudian setelah infeksi kanker menyebar.

* Hubungan Seksual Sebelum Berusia 20 Tahun

Pada umr 12-20 tahun, organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang. Idealnya, ketika sel sedang membelah secara aktif, tidak terjadi kontak atau rangsangan apa pun dari luar. Kontak atau rangsangan dari luar, seperti penis atau sperma, dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal. Sel yang tidak normal ini kemungkinan besar bertambah banyak kalau ada luka saat terjadi hubungan seksual. Sel abnormal inilah yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker mulut rahim.

* Nikotin

Sel-sel mulut rahim yang teracuni oleh nikotin dalam darah juga memiliki kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim yang dapat memicu abnormalitas sel pada mulut rahim. Resiko kanker mulut rahim lebih tinggi pada wanita perokok.

* Terlalu Sering Menggunakan Pembersih Vagina

Tidak semua bakteri merugikan. Ada juga bakteri dalam vagina yang berfungsi membunuh bakteri yang merugikan tubuh. Jika terlalu sering menggunakan sabun pembersih vagina, bakteri baik pun akan mati. Selain itu sabun vagina juga dapat menyebabkan iritasi. Kulit pada mulut rahim sangat tipis sehingga iritasi yang timbul dapat memicu abnormalitas sel. Kondisi ini rentan memicu kanker mulut rahim.

Posted in ciri ciri kanker serviks, gejala kanker serviks, kanker servik, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks, penyebab kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penderita Kanker Servik Wanita

Penderita Kanker Servik Wanita – Kanker yang akan muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri ini akan berfungsi sebagai pintu masuknya menuju rahim dari vagina. Pada usia berapa pun bagi penderita kanker serviks wanita ini. Tapi penyakit ini akan lebih cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30 tahun ke atas.

Penderita Kanker Servik Wanita

Penderita Kanker Servik Wanita

Kanker serviks sangat jarang terjadi pada wanita berusia di bawah 25 tahun. Pada tahap awal, kanker serviks ini biasanya tidak memiliki gejala. Pada gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan yang belum berarti anda akan menderita kanker serviks.

Jenis penyaokit ini menjadi momok yang sangat menakutkan untuk setiap perempuan. Tidak ada yang menyadari dari gejalanya, bahkan survey menunjukkan perempuan yang terinfeksi virus papiloma manusia adalah penderita kanker serviks wanita yang baru memeriksakan diri setelah berada dalam stadium 3 yang membuat para penderita kanker serviks wanita ini akan mengalami kerusakan organ organ di dalam tubuhnya. Tidak menutup kemungkinan anda beresiko akan mengalami kanker serviks.

Ciri ciri Penderita Kanker Servik Wanita

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat.

Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:

  1. Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  2. Mengalami keputihan wanita tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  3. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  4. Mengalami sakit saat buang air kecil
  5. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  6. Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Penyebab Penderita Kanker Servik

Human papiloma virus (HPV) merupakan penyebab bagi penderita kanker serviks wanita. Sedangkan penyebab ini banyak menyebabkan kematian pada perempuan adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat udah sekali berpindah dan menyebar tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, akan dapat menjangkit seorang yang menggunakannya jika tidak dapat membersihkannya dengan baik.

Faktor yang dapay meningkatkan resiko Penderita Kanker Servik Wanita

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko penderita kanker servik wanita, diantara lain:

  • Berganti ganti pasangan seksual : memiliki banyak pasangan seksual akan dapat meningkatkan resiko terinfeksi HPV
  • Aktivitas seksual terlalu dini : melakukan hubungan seksual pada umur yang terlalu dini akan meningkatkan resiko terinfeksi HPV
  • Merokok : wanita yang merokok beresiko dua kali lipat. Ini bisa kemungkinan di sebabkan oleh bahan kimia berbahaya dari tembakau yang akan muncul di leher rahim
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah : dengan kondisi ini kemungkinan di karenakan pada saat mengkonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Obat ini digunakan agar tubuh tidak dapat menolak donor bagian organ dari orang lain atau karena menderita HIV/AIDS
  • Melahirkan anak : makin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka resiko penderita kanker serviks wanita ini akan lebih meningkat tinggi. Wanita yang punya tiga anak, maka 3kali lebih beresiko terkena kanker serviks dari pada wanita yang tidak punya anak sama sekali. Di perkirakan bahwa perubahan hormon saat sedang hamil akan membuat leher rahim lebih renta terangsang HPV

Pencegahan untuk Penderita Kanker Servik Wanita

Lakukan pencegahan kanker servik dengan cara di bawah ini :

  • Hindari merokok

Banyak pesan dan peringatan yang menyatakan bahwa rokok dapat membahayakan dan memicu timbulnya penyakit ringan atau berbahaya akan tetapi untuk sebagian orang perokok masih menganggap remeh pesan ini. Untuk anda para wanita, penderita kanker serviks wanita di antaranya adalah 30% dari wanita perokok aktif. Penyebabnya adalah kandungan zat kimia yang terdapat di dalam rokok memicu infeksi penyebab penderita kanker serviks wanita ini. dan banyak mengkonsumsi rokok dapat menyebabkan kanker paru paru.

  • Menghindari diet yang tidak seimbang

Diet sudah menjadi kebiasaan wanita yang bersifat sangat penting untuk dapat menjaga bentuk tubuh dan kesehatan. Jika anda sering melakukan diet dan menghindari asupan buah dan sayur, itu merupakan diet yang sangat salah. Diet yang salah dapat memicu perkembangan virus yang dapat menyebabkan penderita kanker serviks wanita. Kandungan yang terdapat dalam sayur dan buah justru akan dapat membantu untuk melindungi anda dari serangan kanker serviks. Perhatikan pula pada makanan dan minuman anda jangan sampai mengandung zat kimia berbahaya seperti pengawet, pewarna, dan penyedap rasa.

  • Produk bahan kimia yang berbahaya

Kehidupan modern yang bersifat instans justru memicu timbulnya kanker. Kankdungan berbahaya yang terdapat di dalam pembungkus dan bahan plastik yang terkena panas memicu bagi penderita kanker serviks wanita ini. Minimalisir penggunaan sterofom, bahan kimia yang di panaskan atau terkena plastik.

Penderita Kanker Servik Wanita

Posted in kanker servik | Leave a comment

Keganasan Kanker Servik

Keganasan Kanker Servik – Para ahli yang mengatakan jika setiap oran didalam sistem reproduksi wanita bisa beresiko mengalami keganasan atau penyakit kanker yang tingkat kerentanannya juga bervariasi. Dan yang paling sering antara lain adalah bagian leher rahim atau bagian servik, indung telur atau ovarium, dan juga dinding rahim atau endometrium. Usia adalah salah satu faktor yag penting untuk mempengaruhi peluang dari seorang wanita untuk mengalami kanker. Dan resiko yang paling besar dari penyakit kanker servik di usia 40-49 tahun dan setelah masa menopause, peluang untuk mengalami kanker servik dan kanker organ kandungan yang lain yang lebih besar.

Keganasan Kanker Servik

Keganasan Kanker Servik

Keganasan Kanker Servik

Gejala dari keganasan kanker servik adalah :

  1. Di awal, biasanya kanker servik sering muncul tanpa adanya gejala
  2. Di stadium lanjut, penyakit kanker servik mengakibatkan pendarahan vagina yang tidak normal. selain itu pendarahan bisa mulai dan berhenti diantara periode atau siklus haid yang teratur atau juga terjadi setelah Anda melakukan hubungan seksual dan melakukan pemeriksaan kandungan.
  3. Keluarnya cairan vagina yang berlebihan yang dapat menunjukkan bahwa penyakit kanker yang sudah berkembang ke stadium lanjut.

Penyebab dari keganasan kanker servik adalah :

  1. Salah satu studi yang menunjukan jika keganasan kanker servik lebih sering terjadi oleh wanita dengan usia muda yang sudah melakukan hubungan intim. Selain itu juga wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual dan wanita yang pasangan seksualnya saat melakukan hubungan seksual juga melakukan hubungan seks dengan wanita lain. Keganasan kanker servik juga bisa diakibatkan karena infeksi virus popiloma manusia atau HPV.
  2. Hormon juga berperan besar dari terjadinya keganasan kanker servik. Dibandingkan pada penggunaan kontrasepsi diafagma, penyakit kanker serviks biasanya lebih banyak ditemukan pada wanita yang mengonsumsi pil Kb.
  3. Dan selain itu, diet atau gaya hidup yang diyakini memberikan peranan besar. tetapi, disaat kaitan mengenai diet tertentu, pola hidup dan juga resiko dari terjadinya penyakit kanker sudah dipastiakn, dinamika dibalik hubungan sebab akibatnya yang hingga saat ini masih belum diketahui secara sepenuhnya.
  4. Gen yang rusak yang dipersalahkan untuk gejala sesuatu yang dikaitkan dengan keganasan kanker servik. Dan seseorang yang tidak mewarisi penyakit itu dengan sendirinya, namun sifat-sifat fisiologis dan juga psikologis yang menjadikannya justru cenderung mengalami penyakit ini. Hal ini juga berlaku pada keganasan kanker servik.

Lalu apa yang harus dilakukan adalah :

  1. Jika Anda didiagnosis mengalami keganasan kanker servik dan juga berlapangdada. Dan di tahap awal, biasanya bisa disembuhkan juga tanpa banyak kesulutan dan juga tanpa efek yang tidak diinginkan.
  2. Mempelajari sedikit, ketahuilah apa yang Anda hadapi dan juga apa yang Anda alami untuk bisa melawan keganasan penyakit ini. Perasaan yang tidak berdaya serta ketika rasa takut pada sesuatu yang tidak diketahui hilang.
  3. Aktif untuk mengambil keputusan, memperbaharui diri dengan cara pengetahuan perawatan terbaru. Baca dan kmeudian bicaralah dengan pasien lain serta dokter agar mencari informasi mengenai keganasan kanker servik di Internet. Mempertimbangkan pro dan kontra mengenai pilihan pengobatan bersama dokter Anda.
  4. Sebaiknya ingatlah, pengobatan bisa mempengaruhi kemampuan Anda saat melakukan hubungan seksual dan juga memiliki anak. Penyakit kanker servik di stadium awal bisa diatasi tanpa efek samping, namun jika di kanker stadium lanjut, maka efek samping biasanya bisa saja terjadi. Dan pengobatan yang dilakukan adalah tindakan histerektomi atau operasi pengangkatan rahim serta leher rahim, sehingga bisa beresiko tidak mempunyai anak. Dan jika menginginkan punya anakmaka Anda bisa memilih pengobatan yang tidak terlalu ekstrim, yang diikuti dengan pemeriksaan fisik dua kali dalam setahun. Dan di sisi yang lain, jika Anda berusia lanjut atau juga memilih untuk tidak hamil lagi, maka histerektomi bisa menjadi solusi yang baik meskipun kanker masih di stadium awal. Dan sebaiknya pertimbangkanlah pilihan Anda.
  5. Makan dengan baik dan juga benar, meskipun Anda tidak suka dengan makanannya. Namun sebaiknya mengonsumsi diet yang sudah dianjurkan. Dan tubuh Anda juga memerlukan asupan makanan dalam pemeliharaan serta untuk membangun kembali jariingan supaya bisa mendapatkan kekuatan Anda kembali.
  6. Melakukan olahraga, jika memang memungkinkan, karena latihan fisik bisa menyingkirkan ketegangan dan juga kemarahan untuk membangun selera makan Anda.
  7. Membuat buku harian mengenai efek samping yang Anda alami saat melakukan pengobatan.
  8. Membatasi aktivitas jika Anda mudah mengalami kelelahan, sebaiknya hindarilah kerumunan orang banyak, dan hindari juga situasi yang bisa memudahkan Anda mengalami infeksi. Tetapi jangan biarkan penyakit atau juga efek samping pengobatan justru mengambilalih kehidupan sosial Anda. Dan sangat penting sekali untuk menunjukkan sikap optimis dalam melawan penyakit.
  9. Menyisihkan waktu untuk relaksasi setiap hari. Melakukan meditasi dan doa, khsusnya yang sudah terbukti membantu.
  10. Melakukan pemeriksaan secara lanjut, eperti CT scan dan USG untuk bisa mengonfirmasi temuan awal serta mengsemapingkan kemungknan lainnya.
  11. Merujuk ke spesialis dan juga klinik khusus jika memang dibutuhkan.

Keganasan Kanker Servik

Posted in kanker servik | Tagged , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Kanker Servik

Pengobatan Penyakit Kanker ServikPenyakit kanker serviks adalah suatu bentuk keganasan yang berawal dari sel-sel serviks atau leher rahim. Penyakit kanker serviks itu sendiri diawali dari lapisan serviks. Dan terjadinya kanker serviks juga tidak langsung mendadak datang, namun diawali dengan sangat perlahan. Pertama-tama beberapa sel normal yang berubah menjadi sel-sel prakanker, kemudian setelah itu berubah menjadi sel kanker. Dan perubahan yang terjadi ini dikenal dengan istilah displasia dan baisanya bisa terdeteksi jika melakukan papsmear.

Pengobatan Penyakit Kanker Servik

Ada tiga jenis pengobatan penyakit kanker servik yang harus dilakukan, yakni adalah operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Dibawah ini akan kami jelaskan tentang pengobatan penyakit kanker servik adalah :

Pengobatan Penyakit Kanker Servik

Pengobatan Penyakit Kanker Servik

Operasi

Pengobatan penyakit kanker servik yang pertama adalah dengan tindakan operasi. Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit kanker serviks, diantaranya adalah :

  1. Cryosurgery
    suatu probe mental yang didinginkan dengan menggunakan nitrogen cair yang akan dimasukkan lewat vagina dan juga leher rahim. Dan cara ini bekerja untuk membunuh sel-sel tidak normal dengan cara proses pembekuan. Dan tindakan ini biasanya digunakan untuk membantu mengobati penyakit kanker serviks yang hanya terjadi di leher rahim saja atau stadium 0, dan bukan penyakit kanker serviks yang sudah menyebar menuju keluar leher rahim.
  2. Bedah laser
    Tindakan ini dilakukan dengan cara menggunakan suat sinar laser yang digunakan untuk membakar sel-sel dan juga menghapus sebagian kecil dari jaringan sel rahim untuk bisa dipelajari. Dan proses pembedahan laser ini hanya bisa digunakan untuk pengobatan penyakit kanker serviks pra-invasif atau stadium 0.
  3. Konisasi
    Sepotong jaringan yang bentuknya kerucut yang akan diangkat dari leher rahim. Dan pemotongan ini dilakukan dengan cara menggunakan pisau bedah, laser dan juga menggunakan kawat tipis yang dpanaskan menggunakan listrik. Selain itu, pendekatan ini dapat digunakan untuk bisa menemukan dan juga mengobati penyakit kanker serbiks di tahap awal yakni tahap stadium 0-1.
  4. Histerektomi
    Pengobatan penyakit kanker serviks dengan menggunakan cara ini adalah mengangkat rahim. Namun tidak mencakup pada jaringan yang ada didekatnya. Dan vagina ataupun kelenjar getah bening panggul yang tidak diangkat. Selain itu juga rahim bisa diangkat dengan jalan operasi pada bagian depan perut atau juga lewat vagina.
  5. Trachelektomi
    Suatu prosedur yang dikenal dengan trachelektomi iradikal yang bisa membuat seorang wanita muda dengan resiko penyakit kanker stadium awal bisa diatasi dan masih bisa punya anak. Metode ini dilakukan dengan cara pengangkatan serviks dan juga dibagian atas vagina. Kemudian meletakannya dijahtian yang bentuknya kantong dan bertindak sebagai pembukaan leher rahim didalam rahim. Kelenjar getah bening yang letaknya berada didekatnya juga akan diangkat. Operasi ini dapat dilakukan lewat vagina dan juga perut.
  6. Ekstenterasi Panggul
    Selain mengambil semua bagian organ dan juga jaringan vagina dan perut, di operasi yang satu ini juga akan dilakukan pengangkatan pada kandung kemih, vagina, dubur, dan juga sebagian pada usus besar. operasi ini dapat dilakkan saat penyakit kanker serviks kambuh lagi setelah melakukan pengobatan yang sebelumnya. Dan diperlukan waktu selama 6 bulan atau lebih untuk bisa pulih dari operasi radikal ini. Tetapi, wanita yang pernah melakukan operasi ini masih bisa menjalani kehidupan dengan lebih bahagia dan bisa lebih produktif.

Radioterapi

Pengobatan penyakit kanker servik yang kedua dengan menjalani radioterapi. Pada pengobatan ini diteraokan lewat radiasi eksternal yang diberikan bersamaan dengan kemoterapi dosis rendah. Untuk jenis pengobatan menggunakan radiasi internal, zat aradioaktif yang dimasukkan ke dalam silinder didalam vagina. Dan terkadang, bahan radiaktif ini bisa ditempatkan didalam jarum tipis yang dimasukkan langsung ke daerah tumornya. Dan pengobatan implantasi menggunakan radioaktif dosis rendah dapat selesai dalam waktu beberapa hari saja dan selama pengobatan, pasien tetap harus berada dirumah sakit. Sementara itu, untuk jenis radioterapi dengan dosis tinggi, dilakukan dalam bentuk rawat jalan selama beberapa waktu. Untuk pada setiap sesi pengobatannya, maka bahan radioaktif yang dimasukkan ke dalam tumor selama beberapa waktu, setelah itu akan dikeluarkan lagi.

Kemoterapi

Pengobatan penyakit kanker serviks yang satu ini lebih terkenal dibandingkan yang lainnya. Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan yang bertujuan untuk menunuh sel-sel penyebab kanker. Dan biasanya obat-obatan ini diberikan lewat infus ke dalam pembuluh darah atau bis ajuga ke dalam mulut. Dan setelah obat masuk ke dalam aliran darah maka akan langsung menyebar ke seluruh tubuh. kadang, ada beberapa jenis obat yang diberikan dalam waktu 1 waktu.

Jika memang kesembuhan tidak dimungkinkan. Maka selanjutnya tujuan pengobatan yang dilakukan adala dengan jalan mengangkat dan juga menghancurkan sebanyak-banyaknya sel-sel kanker. Dan biasanya cara ini dilakukan pengibatan yang sifatnya adalah paliatif, dan ditujukan untuk membantu mengurangi gejala gejala kanker yang muncul.

Itulah informasi mengenai pengobatan penyakit kanker servik. Semoga informasi pengobatan penyakit kanker serviks ini bermanfaat bagi Anda semua yang membacanya. Terimakasih.

Pengobatan Penyakit Kanker Servik

Posted in kanker servik | Tagged , , , , | Leave a comment

Kanker Serviks

Kanker Serviks – kanker yang tergolong ganas dan mulanya itu ada di sel sel serviks atau leher rahim. Kanker Serviks ini terjadi di bagian lapisan serviks, Penyakit Kanker ini mulai terjadi secara perlahan dan bertahap. Pertama terjadi pada beberapa sel sel yang normal dan akan berubah jadi sel sel pra kanker, lalu berubah lagi jadi sel kanker. perubahan yang terjadi itu di namakan displasia dan terdeteksi pada tes pap smear.

Anatomi organ pada reproduksi wanita

Leher rahim atau serviks berada di bagian bawah rahim atau yang disebut dengan uterus. Rahim itu terdiri dari dua bagian, bagian yang paling atas dan di namakan dengan tubuh rahim, yang di mana tempat bayi tumbuh. Di bagian bawah di namakan leher rahim dan dapat menghubungkan secara langsung ke tubuh rahim dan mengarahkan ke bagian vagina. bagian tersebut di namakan jalan lahir.

Kanker Serviks

Kanker Serviks

Penyebab terjadinya Kanker Serviks .

Penyebab terjadinya Kanker Serviks ini di sebabkan dari Virus HPV, virus yang terduga sangat kuat akan penyebab utama terjadinya Kanker Serviks . Viru HPV ini dapat menyerang ke bagian selaput yang ada di dalam mulut dan kerongkongan, anus dan seviks. Kalau tidak segera di periksa, infeksi pada virus HPV ini dapat mengakibatkan bentuknya sel sel prakanker serviks dengan jangka yang panjang.

Menurut penelitian yang di terima virus dari HPV ini terdiri dari dua bagian, yaitu virus HPV yang memiliki resiko rendah, dan virus HPV yang dapat beresiko tinggi yang bisa merubah permukaan pada sel sel vagina. virus itu termasuk pada tipe tipe virus HPV yang beresiko tinggi diantaranya yaitu virus HPV tipe 16, 18, 31, 33, dan virus HPV yang tipe 45.

Dan saya akan menjelaskan mengenai beberapa faktor akan resiko terjadinya penyakit Kanker Serviks diantaranya yaitu :

  1. Merokok, wanita yang merokok itu mempunyai dua kali lebih lipat terserang penyakit Kanker Serviks dan berbeda dengan wanita yang tidak merokok.
  2. Terjadinya inveksi HIV. Wanita yang terserang penyakit HIV mempunyai sistem kekebalan tubuh yang kurang dan dapat menyerang inveksi HPV ataupun penyakit kanker di stadium awal.
  3. Infeksi bakteri klamidia, menurut penelitian yang di terima telah menemukan kalau wanita itu mempunyai banyak sejarah atau terkena infeksi klamidia pada saaat ini, mempunyai resiko penyakit Kanker Serviks yang sangat tinggi.
  4. Menggunakan pil kb, menggunakan pil kb dengan jangka waktu yang panjang bisa menambah resiko terjadinya penyakit kanker
  5. Wanita hamil yang lebih dari tiga kali, wanita yang menjalani proses kehamilan lebih dari tiga kali mepunyai resiko terserang penyakit Kanker Serviks
  6. Wanita hamil yang pertama di usia muda, wanita hamil pertama di usia muda yang berumur 17 tahun nyaris dua kali lebih lipat terserang penyakit kanker serviks di usia tuanya nanti, dan berbeda dengan wanita yang telah menunda kehamilannya sampai usianya itu mencapai 25 tahun dan lebih dari iitu.
  7. Riwayat dari keluarga, kalau keluarga anda antara ibu dan kakak perempuan yang terkena penyakit Kanker Serviks , kemungkinan anda juga terserang penyakitt kanker itu sekitar dua hingga tiga kali lebih lipat dan berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit Kanker Serviks pada keluarganya.

Gejala terjadinya penyakit Kanker Serviks

Kanker Serviks yang berstadium awal tidak dapat menimbulkan gejala. Gejala atau tanda tanda itu akan muncul ketika sel Kanker Serviks sudah menyerang di beberapa bagia organ tubuh yang ada di daerah tubuh. gejala yang timbul diantaranya yaitu :

  1. Pendarahan di bagian vagina yang sifatnya itu abnormal atau berlebihan
  2. Pendarahan yang biasa terjadi itu pendarahan ketika anda selesai berhubungan, pendarahan sesudah menopause, pendarahan yang terjadi atau bercak darah antara dari periode menstruasi dan periode menstruasi yang lebih lama dan berat dari biasannya, pendarahan sesudah douching ataupun sesudah pemeriksaan di bagian panggul dan itu merupakan gejala dari penyakit kanker seriviks, dan bukan pra kanker.
  3. Keputihan yang berlebihan, ciri ciri dari keputihan yaitu cairan yang keluar kental, dan warnanya kuning atau pun warnanya kecokelatan dan menimbulkan aroma busuk dan menimbulkan rasa gatal di daerah kewanitaan.
  4. Menimbulkan rasa sakit ketika berhubungan intim

Jenis jenis dari Kanker Serviks yaitu :

Jenis kanker serviks itu terdiri dari dua bagian utama diantaranya yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Dan 8 dari 10 jenis penyakit kanker serviks yaitu karsinoma sel skuamosa atau yang di sebut dengan sel sel yang dapat menutupi permukaan serviks, serta sisanya yaitu adenokarsinoma yang mulai pada sel sel kelenjar dan dapat membuat lendir.

Pemeriksaan timbulnya Kanker Serviks

Untuk mengetahui lebih detail kalau anda terserang penyakit kanker serviks, dokter telah menyarankan pemeriksaan diantaraya yaitu:

  1. Pap smear yaitu pengambilan dari cairan vagina untuk di lakukan pemeriksaan
  2. Colposcopy atau teropong leher rahim atau serviks
  3. Biopsi, pengambilan dari sample jaringan serviks untuk di lakukannya pemeriksaan pada ahli patalogi
  4. Tes tanda tumor SC
  5. Pemeriksaan di bagian panggul

Kanker Serviks

Posted in kanker serviks | Tagged , , , | Leave a comment

Pap Smear Untuk Kanker Serviks

Pap test dikenal juga sebagai pap smear. Pap smear untuk kanker serviks merupakan tes skrining yang digunakan untuk mencari sel-sel prakanker di leher rahim wanita. Dokter atau perawat mengambil sampel sel dari leher rahim  serviks Anda, lalu sel tersebut ditaruh ke slide kaca danslide tersebut dibawa ke laboratorium untuk dikaji dengan mikroskopis.

Wanita usia 21-69 tahun atau wanita yang pernah mengalami kontak seksual perlu melakukan pap smear untuk kanker serviks. Wanita yang menyentuh intim, oral seks, vagina, anus, harus mendapatkan penanganan penyakit kanker serviks dengan pap test secara teratur. Anda harus mulai dengan satu kali pap test dalam tiga tahun, maka pap test dilakukan setiap dua tahun sekali sampai usia ke 69.

pap smear

Sel-sel di leher rahim pada penyakit kanker serviks secara bertahap dapat berubah dari waktu ke waktu tanpa menimbulkan rasa sakit atau gejala yang terlihat. Tanpa gejala, bagaikan perubahan kecil dalam sel bisa menyebabkan kanker. Dengan melakukan pap test atau pap smear untuk kanker serviks yang dilakukan setiap dua tahun, perubahan sel serviks Anda dapat dideteksi lebih awal, memaksimalkan pengobatan Anda.

Anda harus melakukan pap test bahkan jika Anda sudah melakukan vaksin HPV, Anda perna melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda meskipun jarang, Anda sudah mengalami menopause, Anda tidak lagi berhubungan seksual, Anda berada dalam hubungan sesama jenis.

Hasi tes yang tidak normal tidak selalu berarti bahwa Anda memiliki kanker. Mereka sering juga disebabkan oleh peradangan atau infeksi pada leher rahim atau vagina. Jika hasilnya abormal, dokter atau perawat akan menjelaskan hasil kepada Anda dan menginformasikan Anda mengenai pengobatan yang terbaik.

Posted in gejala kanker serviks, pencegahan kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks)

Salah satu penyakit yang bisa menjadi momok menakutkan bagi mereka adalah penyakit kanker serviks. Penyakit kanker serviks ini adalah kanker yang menyerang leher rahim pada wanita. Kanker serviks adalah tumor ganasprimer yang biasnaya berasal dari metplasia epitel didaerah skuamokolumner junction yakni daerah peralihan dari mukosa vagina dan juga mukosa kanalis servikalis. Penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya merupakan penyakit kanker yang terjadipada serviks atau leher rahim, suatu daerah yang berada pada organ reproduksi wanita yang merupakan suatu pintu untuk masuk menuju rahim, letak dari leher rahim ini adalah antara uterus dan juga liang senggama atau juga vagina.

Penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya menyerang wanita pada usia 35-55 tahun. Dan sebanyak 90% dari penyakit kanker serviks ini biasanya berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan juga 10%. Kemudian sisanya ini berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servika; yang kemudian menuju ke rahim.

Penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya terjadi karena kelainan pada sel-sel serviks yang tidak diketahui dengan pasti, namun ada beberapa faktor yang menjadi resiko terjadinya masalah penyakit serviks ini yakni HPV adalah virus yang menyebabkan kutil enetalis yang biasanya menular pada saat hubunngan seksual. Penyebab lain dari penyakit kanker leher rahim (serviks) adalah merokok. Hubungan seksual yang dilakukan pertama kali pada usia dini juga bisa menjadi penyebab dari masalah penyakit kanker leher rahim ini terjadi.

Dari beberapa penyebab penyakit kanker leher rahim (serviks) ini biasanya akan menimbulkan suatu keluhan atau suatu gejala yang kemudian sel-sel ini selanutnya mengalami suatu mutasi dan kemudian berkembang menjadi sel dysplasia. Namun, jika sel karsinoma atau kanker ini sudah mendesak pada jaringan syaraf yang akan menimbulkan suatu masalah keperawatan nyerinya. Pada stadium tertentu sel dari karsinoma ini bisa mengganggu kerja system dari urinaria yang bisa menyebabkan hidroureter atau juga hidronefrosis yang bisa menimbulkan suatu masalah keperawatan resiko dari penyebaran infeksi.

Posted in ciri ciri kanker serviks, gejala kanker serviks, penyakit kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Servik (Leher Rahim)

Kanker serviks (leher rahim) biasanya merupakan kanker epidermoid yang muncul dari daerah NS. Sekitar 5 persen muncul dari sel endoserviks torak. Kanker serviks ditentukan stadiumnya sebagai berikut :

  1. Stadium 0 – karsinoma in situ
  2. Stadium 1 – karsionam terbatas seluruhnya pada serviks (I-A, invas stroma dini: I-B, semua lesi Stadium ! lainnya).
  3. Stadium II – karsinoma yang melibatkan dua pertiga atas vagina atau daerah parametrium, tetapi tidak meluas ke dinding samping pelvia (II-A hanya melibatkan vagina, Ii-B, inflatrasi parametria)
  4. Stadium II – karsinoma yang melibatkan sepertiga bawah vagina dan parametrium , tetapi melibatkan tidak dinding samping III-B, perluasan ke dinding samping II-uri-narius, obstruksi satu atau kedua ureter tanpa memandang penyakit lain.
  5. Stadium IV – karsinoma diluar traktus reproduksi (IV-A, melibatkan mukosa verika urinaria atau usus, IV-B, diluar pelvis).

Sistem penentuan stadium ini berhubungan baik dengan kemungkinan metastatis kelenjar limfe dengan  Stadium 1, 17 persen, Stadium II, 32 persen, Stadium III, 47 persen dan Stadium IV, 81 persen. Tak tergantung pada stadium, kecepatan metastatis kelenjar limfe meningkat dengan peningkatan ukuran lesi kanker serviks (leher rahim) , lesi primer jarang berukuran kurang dari 1 cm, 17 persen untuk lesi 1-sampai 3 cm serta 52 persen lebih dari 3 cm. Tempat lazim unutk metastatis jauh adalah dihati paru dan tulang.

Terapi kanker serviks (leher rahim) invasive adalah dengan tindakann bedah radikal atau radiasi. Kemoterapi (seperti pada kebanyakan kanker epidermoid) kecil manfaatnya selain paliatif. Tetapi harus disesuaikan untuk setiap pasien, sebagian besar ahli onkologi ginekologi saat ini menyokong radioterapi. Radioterapi memberikan angka kesembuhan 5 tahun yang sedikit lebiih dibandingkan dengan pendekatan histerektomi yang diperluas, Dengan tingginya tingkat keahlian yang tersedia untuk terapi radiasi, maka komplikasi penyakit radiasi, proktitis dan sistitis radiasi atau nekrosis vagina dan serviks, jarang ditemukan. Pendekatan bedah terbatas pada lesi stadium I dan IIA dan melibatkan histerektomi diperluas, dengan pembuangan uterus, sepertiga atas vagina, keseluruhan ligamentum sakrouterina dan uterovesiklais, keseluruhan parametrium dan limfadenektomi pelvis (rantai ureter, obturatoria, hipogastrika, dan iliaka). Pendekatan bedah memerlukan operator yang terampil, keadaan medis memuaskan dari pasien dan penerimaan morbiditas serius seperti fistula ureterovaginalis dalam 1 sampai 5 persen pasien. Untuk stadium kanker serviks lebih lanjut, radioterpai merupakan satu-satunya pilihan terapi kanker serviks yang layak.

 

Posted in kanker servik, kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Serviks

Penyakit kanker serviks, kanker uterus primer, sudah kurang umum dari masa sebelumnya karena deteksi dini dengan tes Pap smear. Kantor ini masih merupakan kanker reproduktif ketiga yang umum pada wanita, diluar kanker payudara. Kanker serviks terjadi paling umum pada usia antara 30 dan 45 tahun, tetapi dapat terjadi pada usia semuda 18 tahun. Aktivitas seksual mempunyai hubungan dengan insiden, sebelum usia 25 tahun, lebih pravalen pada mereka yang mempunyai pasangan seksual multipel dan beberapa kehamilan dini. Penelitian menunjukkan bahwa kanker tipe ini adalah PHS. Kanker servikal invasive telah teridentifikasi senabagi kondisi penemuan HIV. Faktor-faktor resiko selain dari hubungan seksuakl dini, melahirkan anak suai dini dan pasangan yang banyak, termasuk pemajanan terhadap HPV, infeksi HIV, merokok dan pemajanan dietiklstilbestrol (DES) in utero. Infeksi servikal kronik tampaknya memainkan pernan yang signifikan dalam kanker servikal.

Anda mungkin tidak memiliki gejala pada awalnya ketika tumor kecil. Seperti tumor menjadi lebih besar, dalam kebanyakan kasus, gejala pertama yang dikembangkan adalah pendarahan vagina abnormal atau gejala penyakit kanker serviks seperti:

  • Pendarahan di antara periode normal (perdarahan intermenstrual).
  • Perdarahan setelah berhubungan seks (perdarahan postcoital).
  • Setiap perdarahan vagina pada wanita masa menopause.
  • Gejala awal dalam beberapa kasus adalah keputihan yang berbau tidak menyenangkan, atau rasa tidak nyaman atau sakit saat berhubungan seks.

Semua gejala di atas dapat disebabkan oleh berbagai kondisi umum lainnya. Tetapi jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Penyakit kanker serviks secara dini tidak menimbulkan tanda-tanda nyata atau gejala. Perempuan harus memiliki tahunan check-up, termasuk Pap smear untuk memeriksa sel-sel abnormal pada leher rahim. Prognosis (kesempatan pemulihan) adalah lebih baik bila kanker ditemukan lebih awal.

Tanda-tanda kemungkinan kanker serviks termasuk perdarahan vagina dan nyeri panggul.

Penatalaksanaan penyakit kanker serviks adalah :

  1. Pengangkatan non-pembedahan konservatif terhadap lesi precursor terapi beku (pembekuan dengan oksida nitrat) atau terapi laser juga efektif.
  2. Koniasasi untuk karsinoma in situ
  3. Hiterektomi sederhana jika terjadi kanker serviks preinvasif setelah melahirkan anak.
  4. Radiasi atau histerektomi radikal atau keduanya untuk kanker invasive.

Pemeriksaan panggul rutin dan tes Pap membantu menemukan abnormalcells pada serviks sebelum kanker berkembang. Namun, tes dan prosedur yang dapat digunakan setelah pemeriksaan panggul abnormal atau hasil tes Pap memiliki risiko. Misalnya, pengobatan rendah gradelesions dapat mempengaruhi kemampuan wanita untuk hamil atau membawa bayi untuk jangka waktu penuh. Pada wanita yang lebih muda dari 25 tahun, skrining dengan tes Pap memiliki risiko lebih dari manfaat. Skrining dengan tes Pap tidak membantu wanita yang lebih tua dari 60 tahun yang telah menjalani uji coba terakhir smear negatif.

 

 

Posted in kanker servik | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Kanker Serviks

Kanker servik terjadi paling umum pada usia antara 30 dan 45 tahun, tetapi dapat terjadi pada usia semuda 18 tahun. Aktivitas seksual mempunyai hubungan dengan insiden : sebelum usia 25 tahun, lebih prevalen pada mereka yang mempunyai padangan seksual multipel dan beberapa kehamilan dini. Penelitian menunjukkan bahwa kanker tipe ini adalah PHS. Kanker servikal invasif  telah terindentifikasi sebagai kondisi penentuan HIV.

1_Kanker_Serviks

Sebagian besar kanker serviks dimulai pada lapisan sel-sel seviks. Sel-sel in tidak tiba-tiba berubah menjadi kanker. Sel-sel normal serviks karena pengaruh zat karsinogen (zat yang dapat menyebabkan kanker) dapat berkembang secara bertahap menjadi sel pra kanker dan kemudian berubah menjadi sel kanker.

Dokter menggunakan beberapa istilah untuk menggambarkan perubahan pra kanker, yaitu cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau squamous intraepithelial lesion (SIL) dan displasia atau Neoplasia Intraepitel Serviks (NIS). Perubahan-perubahan ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala tetapi dapat dideteksi dengan tes Pap smear.

Kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan kanker mulut rahim/leher rahim ini memang menjadi pembunuh nomor 1 (satu) bagi perempuan di Indonesia dan seluruh dunia. Kanker serviks bukan permasalahan yang sepele dan dengan mudahnya diatasi.

Masalah yang timbul pada pasien kanker serviks dan upaya penanganannya.

Berikut ini adalah contoh masalah yang timbul pada penderita kanker serviks, serta bagaimanan upaya penanganannya.

Masalah

Upaya perawatan

Keluhan fisik seperti nyeri, sesak napas, gangguan pencernaan, infeksi saluran kemih, luka dekubitus, luka berbau, gangguan pada kulit dll. Penggunaan modalitas seperti operasi, radiasi dan kemoterapi. Untuk mengatasi nyeri digunakan obat anti nyeri. Keluarga juga dapat mengurangi keluhan yang ada misalnya relaksasi, pengaturan posisi dan penyesuaian lingkungan.
Masalah perawatan pasien – Perawatan pasien yang dapt dilakukan keluarga meliputi memandikan, merawat mulut, kulit, membantu buang air kecil/besar, dan melakukan pembalutan pada bagian tubuh yang membengkak.- Pada keadaan tertentu mungkin diperlukan pemakaian alat kedokteran misalnya oksigen penguap, kateter, selang hidung dsb.
Gangguan psikologis Lakukan komunikasi yang baik dengan pasien. Cipatakan suasana yang terbuka antara anggota keluarga dan melibatkan pasien pada setiap pengambilan keputusan.
Hendaya sosial yang meliputi berkurangnya rasa percaya diri, perubahan terhadap body image, perubahan peran dalam keluarga, pekerjaan dan masyarakat. Keluarga harus memahami keadaan pasien, menyamakan persepsi, dan membantu pasien agar tetap dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Masalah spiritual Keluarga dapat meminta tolong kepada rohaniawan

Bila kesembuhan tidak dapat lagi diusahakan, tugas kita adalah memberikan kenyamanan bagi pasien penderita kanker. Perawatan paliatif (penerang) pada pasien kanker serviks sudah saatnya menjadi bagian integral dalam penatalaksanaan penyakit. Selain peran intitusi kesehatan, kerterlibatan keluarga dan masyarakat sangat diperlukan agar layanan kesehatan bagi pasien kanker stadium lanjut dapat menjadi efektif dan efisien.

 

Posted in kanker servik, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks | Tagged , , , | Leave a comment

Kanker Servik Uteri

Kanker servik uteri adalah kanker yang menyerang serviks yaitu bagian peralihan rahim ke liang senggama (vagina) dan jenis kanker yang menempati urutan pertama yang menyerang wanita Indonesia. Pada umumnya, penderita kanker serviks di Indonesia batu berobat setelah stadium lanjut sehingga sukar diatasi karena pad astadium ini ginaekolog hanya dapat meringakan penderitaan. Di negara maju kasus kanker seriks sudah agak menurun. Hal ini karena dilakuakn upaya pencegahan sekunder dan deteksi dini melalui program papsmear yang dilakukan secara periodik dan teratur.

kanker serviks

Papsmear merupakan pemeriksaan secaa mikroskopik dari jaringn serviks uteri yang dapat mendeteksi sel-sel kanker. Kombinasi papsmear dan kolposkopi (penoropongan  vagina) merupakan srana diagnosis dalam mendeteksi kanker serviks secara dini. Kanker servik uteri ditemukan di usia 25-34 tahun, puncaknya pada usai 45-54 tahun.

Secara umum kanker servik uteri diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kanker serviks preinvasif (stadium displasia dan karsinoma in situ) dan kanker serviks invasif. Kanker servik perinvasi dimulai dari perubahan abnormal, miimal dari serviks sampai perubahan sel-sel kanker yang menutupi serviks secara abnormal. Kanker serviks preinvasif kemungkinan besar (75-90%) dapat disembuhkan jika diketahui sedini mungkin dan dilakukan pengobatan yang tepat. Jika tidak diobati akan berubah menjadi kanker serviks yang bersifat invasif yang sulit disembuhkan. Kanker serviks invasif yaitu sel-sel kanker yang telah menembus bagian terdalam dari jaringan servisk dan telah tersebar ke jaringan lain melalui pembuluh getah bening.

Gejala kanker serviks tergantung pada tingkat pertumbuhan (stadium). Pada tahap dini (tingkat prekanker) sering tidak menimbulkan gejala sama sekali, kecuali akibat infeksi, seperti keputihan. Kadang ditemukan adanya pendarahan vagina di luar masa menstruasi, keluhan sakit pendarahan setelah berhubungan intim dan infeksi pada saluran dan kandung kemih. Pada stadium lanjut mengakibatkan rasa sakit pada panggul, pendarahan yang mirip dengan air cucian daging dan berbau amis, nafsu makan hilang, berat badan menurun, anemia karena pendarahan, dan timbul fistula vesikovaginal atau fistula rektovaginal.

Penyebab terbesar dari kanker serviks ini secara pasti diduga sekitar 95% disebabkan oleh sejenis virus human papilomma virus (HPV). Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, gaya hidup yang tidak sehat dan berhubungan seksual di usia muda di luar pernikahan.

 

Posted in ciri ciri kanker serviks, gejala kanker serviks, kanker servik, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks, penyebab kanker serviks | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment