Kanker Servik (Leher Rahim)

Kanker serviks (leher rahim) biasanya merupakan kanker epidermoid yang muncul dari daerah NS. Sekitar 5 persen muncul dari sel endoserviks torak. Kanker serviks ditentukan stadiumnya sebagai berikut :

  1. Stadium 0 – karsinoma in situ
  2. Stadium 1 – karsionam terbatas seluruhnya pada serviks (I-A, invas stroma dini: I-B, semua lesi Stadium ! lainnya).
  3. Stadium II – karsinoma yang melibatkan dua pertiga atas vagina atau daerah parametrium, tetapi tidak meluas ke dinding samping pelvia (II-A hanya melibatkan vagina, Ii-B, inflatrasi parametria)
  4. Stadium II – karsinoma yang melibatkan sepertiga bawah vagina dan parametrium , tetapi melibatkan tidak dinding samping III-B, perluasan ke dinding samping II-uri-narius, obstruksi satu atau kedua ureter tanpa memandang penyakit lain.
  5. Stadium IV – karsinoma diluar traktus reproduksi (IV-A, melibatkan mukosa verika urinaria atau usus, IV-B, diluar pelvis).

Sistem penentuan stadium ini berhubungan baik dengan kemungkinan metastatis kelenjar limfe dengan  Stadium 1, 17 persen, Stadium II, 32 persen, Stadium III, 47 persen dan Stadium IV, 81 persen. Tak tergantung pada stadium, kecepatan metastatis kelenjar limfe meningkat dengan peningkatan ukuran lesi kanker serviks (leher rahim) , lesi primer jarang berukuran kurang dari 1 cm, 17 persen untuk lesi 1-sampai 3 cm serta 52 persen lebih dari 3 cm. Tempat lazim unutk metastatis jauh adalah dihati paru dan tulang.

Terapi kanker serviks (leher rahim) invasive adalah dengan tindakann bedah radikal atau radiasi. Kemoterapi (seperti pada kebanyakan kanker epidermoid) kecil manfaatnya selain paliatif. Tetapi harus disesuaikan untuk setiap pasien, sebagian besar ahli onkologi ginekologi saat ini menyokong radioterapi. Radioterapi memberikan angka kesembuhan 5 tahun yang sedikit lebiih dibandingkan dengan pendekatan histerektomi yang diperluas, Dengan tingginya tingkat keahlian yang tersedia untuk terapi radiasi, maka komplikasi penyakit radiasi, proktitis dan sistitis radiasi atau nekrosis vagina dan serviks, jarang ditemukan. Pendekatan bedah terbatas pada lesi stadium I dan IIA dan melibatkan histerektomi diperluas, dengan pembuangan uterus, sepertiga atas vagina, keseluruhan ligamentum sakrouterina dan uterovesiklais, keseluruhan parametrium dan limfadenektomi pelvis (rantai ureter, obturatoria, hipogastrika, dan iliaka). Pendekatan bedah memerlukan operator yang terampil, keadaan medis memuaskan dari pasien dan penerimaan morbiditas serius seperti fistula ureterovaginalis dalam 1 sampai 5 persen pasien. Untuk stadium kanker serviks lebih lanjut, radioterpai merupakan satu-satunya pilihan terapi kanker serviks yang layak.

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in kanker servik, kanker serviks and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.