Kanker Servik Pada Wanita

Kanker serviks atau kanker leher rahim atau seirng disebut juga kanker mulut rahim yang merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi pada kaum wanita. Setiap 1 jam, 1 wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks. Saat ini kanker serviks menjadi penyebab kematian pada wanita kedua setelah penyakit jantung koroner. Namun dalam wakti setahun kedepan diperkirakan kanke leher rahim akan menjadi penyebab kematian kanker wanita nomor 1 jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatan pada kanker serviks.

kanker serviksGambaran kanker serviks pada wanita

Apa penyebab dari kanker serviks ?

Kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, hanya 30 diantaranya yang berisiko kanker serviks. Adapun tipe yang paling berisiko adalah HPV 16, 18, 31 dan 45. Sedangkan tipe 33, 35, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68 merupakan tipe berisiko sedang. Tipe yang berisiko rendah adalah tipe 6, 11, 26, 42, 43, 44, 53, 54, 55 dan 56. Sebagian besar tipe yang lain tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Namun selain disebabkan oleh virus HPV, sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau paparan bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Bagaimana penularan dari kanker serviks ?

HPV dapat menyebabkan kanker serviks yang menimbulkan kutil baik pada pria maupun wanita termasuk kutil pada kelamin yang disebut kondiloma akuminatum. Kebanyakan infeksi HPV akan hilang sndiri teratasi oleh sistem kekebalan tubuh. Bila terdapat virus HPV pada tangan seorang dan menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan menginfeksi daerah serviks atau leher rahim. Cara penularan lain adalah pada kloset umum yang sudah terkontaminasi oleh virus ini.

tahap perkembangan kanker serviks

Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Selain itu kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi memudahkan terjadinya kanker serviks.

Bagaimana gejala penderita kanker serviks ?

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang maka infeksi HPV akan mengganas dan menyebabkan kanker serviks, sedangkan pada stadium dini gejalanya tidak terlihat.

Gejala yang bisa diamati walaupun tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV yaitu :

–          Keputihan atau mengelurkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim

–          Cairan kekuningan yang berbau di daerah genital

Oleh karena itu virus ni dapat menular dari seorang penderita pada orang lain dan menginfeksi orang tersebut, sehingga penularan dapat terjadi akibat kontak langsung atau tidak langsung.

Test Papsmear Kanker Serviks

Deteksi kanker serviks

  1. Pap smear

Oleh karena gejala yang timbul pada infeksi HPV tidak telihat dan tidak mudah diamati, cara yang paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologi leher rahim. Pemeriksaan ini lebih populer dengan nama Papanicolau smear atau Pap smear. Pada pemeriksaan Pap smear akan terlihat apakah ada infeksi, radang atau sel abnormal. Dianjurkan secara teratur melakukan Pap smear yang dapat membantu deteksi dini kanker serviks.

  1. Thin prep

Metoda Thin prep lebih akurat dibandingkan Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel di serviks maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks.

  1. Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap HPV pemeriksaan ini dipakai unutk mendeteksi adanya HPV di mucosa leher rahim dan sekitarnya. Bahan pemeriksaan dapat diambil berupa usap genital dan biopsi mulut rahim.

Bagaimana mencegah kanker serviks ?

  1. Miliki pola sehat yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebaln tubuh. Misalnya mengkonsumsi vitamin A, vitamin C, vitamin E dan asam folat.
  2. Hindari merokok
  3. Hindari hubungan seks sebelum menikah atau di suai sangat muda
  4. Hindari hubungan seks selama masa haid
  5. Hindari hubungan seks dengan banyak partner
  6. Rutin menjalani Pap smear/Thin pap secara teratur
  7. Pemberian vaksin HPV yang diberikan secara suntikan, untuk selanjutnya Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Anda.

=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in gejala kanker serviks, kanker servik, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, penyakit kanker serviks, penyebab kanker serviks and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.